Di malam ini, 18
Agustus 2018, penulis mendengar sebuah lagu yang cocok untuk menemani malam
ini. Suasana sepi hilang rasanya, dengan kenangan yang teringat akibat
mendengar lagu ini. Rumpang, milik Nadin Hamizah. Sebuah lagu yang penulis
temukan ditengah malam secara random. Begitu telat untuk tahu, karena lagu ini
dipublikasikan pada tanggal 12 Juli 2018. Beruntung, setidaknya penulis
mengetahuinya di malam ini.
Lagu ini terus menyuapi penulis dengan kata
“pergi”, dan “mimpi”. Begitu pas dan benar-benar cocok dengan perasaan ini. Sebuah
mimpi yang sederhana, tidak mendengar kata “pergi”, dan merasakan ketika
seseorang “pergi”. Didalam lagu ini, terlihat jelas bahwa ditinggalkan begitu
menyakitkan. Entah itu ditinggal karena telah meninggal atau ditinggal karena
sudah tidak menemukan titik terang didalam suatu hubungan. Lagu ini simple,
banyak orang yang mengartikan bahwa lagu ini menceritakan seorang wanita yang
ditinggal diam-diam. Sang wanita merasa bahwa ini semua adalah mimpi belaka
namun, dengan membuka mata dan terus berkata bahwa ini semua memang benar-benar
nyata.
Pergi dan mimpi memiliki kaitan yang erat
akan patah hati. Ya, penulis begitu terpesona dengan kecantikan Nadin dan
benar-benar kagum akan suaranya yang indah. Tidak lupa, lirik nya yang begitu
menusuk pikiran dan hati. Benar-benar persis dengan apa yang penulis rasakan. Jujur
saja, penulis mengulang-ulang lagu ini dalam semalam.
“Rasa
terus menghantui, rasa kecewa, dan rasa sepi. Itulah perasaan ketika telah
ditinggal pergi oleh orang terkasih. Dirinya memang terus meminta untuk pergi,
lama sekali rasanya diri ini hanya menganggap ini semua adalah mimpi. Ya, lebih
tepatnya ini mimpi buruk. Diriku terus mencoba memejamkan mata, mengharapkan
bahwa ini semua memang benar-benar mimpi yang tidak nyata. Satu hal, diriku
tidak siap, diriku bukan seorang ahli, banyak yang ku tak mengerti mengapa kau
harus pergi dan tak kembali ?, aku harap mimpi ini tidak terwujud nyata, tetapi
mimpiku tetap semu. Pergi, hanya itu yang kau mau”.
Terimakasih
Nadin, kau telah menemani malam ini dengan lagu yang menusuk jiwa. Kau benar,
untuk mengatakan “maaf, ku harus pergi” sangat mudah. Tetapi, sulit diterima.
Dan
aku harap, aku tidak mau mengatakan maupun mendengarnya dari seorang yang kucinta.
Comments
Post a Comment