Skip to main content

Cerita horror bagi anak-anak. Berdampak Negatif atau sebaliknya ?.

   Cerita horor, sebuah cerita yang memang asik didengar dan terkadang membuat pendengar cerita ini akan terus merasa penasaran. cerita horror merupakan suatu karya yang diciptakan baik oleh seorang penulis kreatif maupun oleh para orang tua kita dirumah. Dan cerita horor tersebut bahkan dimuat menjadi sebuah karya film yang banyak diminati oleh masyarakat dari berbagai kalangan. seperti hal nya film-film era 80-an dan 90-an di Indonesia. 
        Mengapa cerita horor begitu diminati ?, karena cerita horor merupakan cerita yang diciptakan berdasarkan pengalaman para orangtua zaman dahulu sebagai himbauan untuk anak-anak mereka serta dibuat seolah-olah nyata. Karena menggabungkan unsur budaya serta agama didalamnya. Terlepas dari hal tersebut, cerita horor bagi masyarakat Indonesia merupakan salah satu senjata ampuh yang dapat digunakan sebagai ancaman untuk anak-anak mereka apabila melanggar peraturan, tidak melaksanakan suatu hal, dan sebagai salah satu cara agar anak tersebut dapat mematuhi aturan. 
           Namun, pernahkah pembaca sekalian merasakan dampak negatif dari cerita horor yang pernah diceritakan oleh orang tua kita pada zaman dahulu ?, apabila para pembaca juga merasakan hal yang sama, maka penulis pun merasakan pula dampaknya.
         Tak jarang, penulis pun merasa sangat bodoh pada saat itu karena telah percaya bahkan, sampai saat ini. Apakah para pembaca ingat tentang kisah Buto Ijo, Kuntilanak, pocong dan Kalong Wewe ?. tidak salah, berarti kita semua diasuh dengan cara yang sama yaitu, ditakuti dengan cerita horror. para orang tua telah melakukan hal yang berakibat fatal. 
          Bila kita telusuri, cerita tersebut dibuat oleh orangtua sejak zaman dahulu secara turun temurun agar anak tersebut bisa mematuhi aturan yang berlaku di kehidupan nyata. sebagai contoh, "Nak, jangan pergi ke hutan di utara sana ya!, mama sih gak bakal kesana, disana itu ada rumahnya mak Lampir. kalau kamu masuk kesana, dijamin gak balik. Gak mau kan?!".  pernyataan tersebut dibuat agar anak tersebut tidak pergi ke hutan, bagaimana bila anak tersebut menghilang karena pergi ke hutan sendirian?, atau hal itu dimaksudkan sebagai salah satu upaya orang tua agar anaknya tidak pergi jauh dari jangkauan mata orang tua.  Namun, apabila kita berpikir lebih jauh, bisa saja hal itu merupakan suatu himbauan agar sang anak kelak tidak merusak hutan. Dan anak tersebut pasti akan menceritakan hal yang sama kepada orang lain termasuk teman-temannya dan bahkan sampai anak dan keturunannya kelak. Hal itu merupakan suatu alasan mengapa cerita horor dianggap berdampak baik. 
          Namun, apakah para pembaca memikirkan apa dampak negatif dari cerita horor ?. Penulis menganggap bahwa cerita horor berdampak negatif bagi anak-anak yang mendengarnya. Lantas, mengapa cerita horror Berdampak negatif bagi anak-anak yang mendengarnya?, cerita horor memang merupakan senjata ampuh bagi para orangtua khususnya, di Indonesia. Tetapi, banyak orangtua yang tidak memikirkan dampaknya bagi anak-anak mereka. Penulis membuat penelitian mengenai hal ini dan menghasilkan kesimpulan bahwa cerita horror sangat berbahaya bagi anak-anak. Berdasarkan data yang diperoleh menggunakan metode wawancara bahwa, lebih dari 50 % siswa dan siswi Madrasah Aliyah Negeri 4 Jakarta menjadi seorang yang penakut serta menjadi pribadi yang mudah percaya terhadap suatu berita bahkan mudah percaya terhadap orang lain tanpa memeriksa kebenarannya terlebih dahulu. 
          Dengan data yang diperoleh, maka menghasilkan sebuah kesimpulan bahwa cerita horror begitu berbahaya bagi anak-anak. Maka, jangan terkejut apabila kita melihat hantu dan turut merasakan hal yang sama dan persis seperti apa yang diceritakan oleh orangtua pada zaman dahulu. Mengapa ?, karena itu diakibatkan oleh sugesti yang melekat di otak kita. Oleh karena itu, kita terus membayangkan tanpa berpikir sehat. Bahkan, dampak terparah dari cerita horror adalah membuat anak tersebut menjadi seorang pendusta yang mengaku mempunyai keahlian melihat,merasakan mahluk ghaib. Padahal, kita tahu bahwa manusia tidak bisa melihat mahluk ghaib. Agama islam pun turut memberikan penjelasan mengenai hal ini. Bukankah kita tidak ingin anak-anak kita menjadi takut kepada mahluk ghaib dan bukan kepada tuhan ?.
      Lantas, apa solusi dalam masalah ini ?. Yang pertama, jangan pernah mengancam anak dengan cerita horor apabila tidak melaksanakan suatu peraturan yang berlaku di kehidupan nyata. Yang kedua, jangan pernah melebih-lebihkan suatu cerita apabila memang tidak nyata karena dikhawatirkan menimbulkan rasa penasaran bagi anak yang mendengar. Terakhir, apabila merasa bahwa cerita horor tidak berbahaya, maka berikan pengertian serta gunakan pernyataan yang tidak bersifat menjatuhkan, kasar, dan bernada tinggi bagi anak. Seperti, "Dek, mama berpesan kepada kamu, jangan pergi ke rumah dekat warung itu ya dek, karena disana rumahnya sudah rapuh dan mama takut sekali, kamu tertimpa puing-puing nya. Apalagi, sudah lama tidak dibersihkan, mama takut kamu pilek, jadi mama berharap sekali jangan pergi kesana, kalau teman mengajak kamu sampaikan saja apa yang diucapkan sama mama". Begitu enak didengar bukan ?, dan pasti kita akan mematuhi setiap orang yang berkata halus dan kita akan merasa tidak enak apabila melanggar kepada orang yang berkata demikian, bukankah perkataan tersebut menandakan kasih sayang dan rasa percaya dari orang lain kepada diri kita ?. Maka, penulis berkesimpulan bahwa kita tidak harus mengancam anak dengan cerita horor yang belum tentu nyata dan cenderung bersifat fiktif apalagi, dengan menggunakan kata-kata yang membuat anak tersugesti. Hal itu akan berdampak negatif bagi anak selama hidupnya.
      Tidak salah apabila kita menggunakan cerita horor untuk melestarikan alam, agar tidak mengunjungi tempat yang bisa membahayakan diri, dan agar terciptanya rasa patuh, selama tidak membuat para anak-anak menjadi penakut, mudah percaya dan terus membayang-bayangkannya sampai dewasa nanti terhadap suatu hal yang belum terbukti kebenarannya. Tapi ingatlah satu hal, zaman sekarang itu berbeda, tidak seperti dahulu. Yang penulis rasa bahwa anak-anak sekarang pasti tidak kuno dan tidak mudah percaya terhadap tahayul. Bahkan Ali bin Abi Thalib pun pernah berkata bahwa anak harus dididik sesuai zaman. Bukankah itu mendandakan bahwa pola asuh yang diberikan juga harus diubah ?.
      Maka, penulis menitikberatkan terhadap pola asuh setiap orangtua kepada anak-anaknya, begitupun penulis, yang juga merasakan dampak negatif dari cerita horor yang dahulu penulis dengarkan dari orangtua sebagai ancaman apabila melanggar peraturan. Oleh karena itu, mari kita mengubah pola asuh terhadap anak dengan tidak menceritakan hal-hal horor kepada anak karena bisa berakibat fatal hingga anak tersebut menjadi dewasa. Penulis percaya, bahwa solusi yang diberikan ini dapat menghilangakan dampak negatif dari cerita horor kepada anak-anak. Tanpa cerita horor, mungkin kita tidak akan pernah membayangi seram nya mahluk ghaib ditempat kosong, saat melewati kebun atau pada saat berkemah di gunung maupun setiap ingin tidur dimalam hari. Bagaimana ?, masih ingin menggunakan cara lama untuk membuat patuh anak-anak dengan cerita horor  dizaman sekarang ?.









Comments

Popular posts from this blog

Tugas Makalah Sosiologi Komunikasi Massa - Khalayak dalam Komunikasi

  MAKALAH SOSIOLOGI KOMUNIKASI MASSA “Khalayak dalam Komunikasi Massa” Dosen Pengampu : Dr. Ismail Cawidu, M.Si.   Disusun Oleh Mahasiswa Jurnalistik   UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI JURNALISTIK 2021 PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Komunikasi massa dapat dijelaskan dari dua cara pandang, yakni bagaimana orang memproduksi pesan dan menyebarkannya melalui media di satu pihak, dan bagaimana orang-orang mencari serta menggunakan pesan-pesan tersebut di pihak lainnya. Secara sederhana, komunikasi massa dapat diartikan sebagai proses komunikasi melalui media massa. Faktor media massa sangat dominan dalam studi komunikasi massa. Pengkajian komunikasi massa banyak dipengaruhi oleh dinamika media massa dan penggunaannya oleh khalayak. Perkembangan media massa sendiri banyak dikaitkan dengan sejumlah faktor yang melingkupinya, misalnya jumlah melek huruf yang semakin besar, perkembangan pesat dal...

PUISI PATAH HATI

Malam ini begitu sunyi, Terkadang, bunyi khas kereta menyambar dengan kencang. Diriku hanya terbuai dengan dingin Di malam yang engkau lalui. Terkadang yang kau anggap ada begitu kau acuhkan Bahkan, ketika ku disampingmu Kau hanya terdiam dan memikirkan dia Aku terdiam, aku terdiam Berharap kau akan memikirkan diriku Yang lelah akan semua harapanmu Aku bukan tuhan yang menciptakanmu Yang selalu tahu tiap maksud ucapanmu Bahkan, di tiap malam kau melakukan sesuatu Pergi, tolong pergi ! itu keinginanmu bukan ?. Jujurlah, setidaknya kau paham mengapa aku diam. Diam tidak menuntut Akan segala hal menyangkut dirimu. Pergi, tolong pergi! Itu keinginanku.

Karya Sastra Buku 99 Tangan Tuhan di Aceh

   Gempa dan tsunami Aceh 2004, sebuah bencana yang menyadarkan setiap manusia. Banyak kisah menarik dibalik bencana tersebut. manusia,tumbuhan, dan hewan ikut merasakan, memberikan pelajaran hidup yang nyata. Tidak hanya Aceh yang merasakan namun, negara tetangga pun juga merasakan. Lantas dibalik bencana tersebut, terdapat kisah-kisah menarik dari orang-orang yang merasakan. Dan kisah-kisah tersebut dibukukan, 99 Tangan Tuhan di Aceh, buku ini wajib kalian baca. Judul buku: 99 Tangan Tuhan di Aceh (Misteri dan Keajaiban di Balik Tsunami) Penerbit: Yayasan Air Mata  Tahun: 2005 Editor: Sri Widodo, Ikhwan Nursyujoko    Buku ini diawali oleh kisah hidup Teuku Darusman yang terpelanting ke atap rumah warga pada saat tsunami menerjang Punge Ujung, Kota Banda Aceh. keluarganya membuat lingkaran dan saling berpegangan erat saat ombak hitam besar datang secara tiba-tiba dan berlangsung dalam hitungan detik.     Berpegangan erat dan terus...