Skip to main content

Pelacur Memori


“Menjadi pelacur itu dikatakan sangat tercela lantas, kamu lupa. Bahwa kamu juga menjadi seorang pelacur. Iya, pelacur. Pelacur Memori”.

    Pembaca yang penulis sayangi, hari ini penulis mendengar lagu Shouldn’t end this way milik Reality club. Lagu ini benar-benar membuat penulis mengingat masa-masa dimana telah dibutakan oleh cinta. Sedikit cerita, penulis mengenal seseorang yang menurut penulis merupakan seseorang yang berkepribadian yang unik. Lucu, dan cerdas serta pandangannya yang menurut penulis berbeda daripada laki-laki kebanyakan. Hal itu merupakan salah satu daya tarik lelaki tersebut. Penulis mencintainya bukan hanya menyukai. Dikelas XI itulah perasaan terus mencintainya sampai dititik tidak bisa dipertahankan.
    Penulis merupakan seorang yang pemalu, awalnya susah sekali untuk berkata “Hi”, bahkan melihat fotonya saja penulis sudah merasa tidak cocok dengan lelaki tersebut. “God, im so sorry. Harapanku terlalu tinggi, apakah aku pantas mendampingi dirinya?, apakah aku pantas ada dihati nya serta dipikirannya?”. Hanya pertanyaan itu, hanya itu yang membuat penulis lebih memilih untuk menyembunyikannya.
    Hingga suatu ketika perasaan ini mulai membutakan kembali pikiran sehat penulis. Tengah malam, di akhir tahun. Penulis mengirimkan pesan singkat melalui facebook terhadap dirinya. “HI”. Hanya itu yang bisa diketik. Menunggu hingga beberapa jam, dia tidak membalasnya. Dia tidak melihat sama sekali. Penulis langsung menghapus pesan tersebut. Rasa malu, ya! Rasa malu untuk mengatakan, “maaf, salah kirim. Maaf mengganggu”.  Tetapi sangat sulit rasanya.
    Dia akhirnya membalas, semakin dekat tepat hari ini merupakan 1 tahun mengenal lebih jauh dengan dirinya namun, pupus. Penulis dengan dirinya hanya sebatas teman. Jawabanya,
“KITA MUNGKIN SELALU BERSAMA, TAPI TIDAK AKAN MENYATU. KITA MEMANG SUKA BERSAMA NAMUN, BUKAN BERATI SALING SUKA”.
 Terlintas perasaan malu karena telah membuat hari-harinya menjadi buruk karena penulis. Bukankah merasa tersiksa apabila kita merasa menyakiti perasaan orang lain?, apalagi seseorang yang benar-benar dicintai. Bukan karena fisik, kehidupannya. Namun, bagaimana cara dia melihat diri ini yang jauh dari kata sempurna. Apakah penulis menjadi orang spesial didalam hidupnya?.
    Satu pertanyaan, apakah dirinya masih mempunyai perasaan terhadap penulis ?, yang sudah menyakitinya dengan perasaan bersalah. Selama ini, perasaan ini yang menyiksa. Rasa cinta masih ada, tapi apakah harus berakhir dengan ingatan masa lalu kita yang indah hingga menyakitkan ?.
    Penulis merupakan seorang pelacur memori, tidak pernah lupa walaupun rasanya sakit. Terus membayangi indahnya senyum dia dengan manisnya harapan yang pupus ditelan waktu. Penulis terus mengharapkan memori ini agar hilang.

“Siapapun disana, jangan dan jangan! Untuk menjadi seorang pelacur memori. Sakit dan sakit, hanya itu. Membuat diri ini tidak yakin dan tidak melihat sekeliling sehingga pikiran sehat terhenti karena diri ini hanya meminta pikiran terdahulu yang tersimpan. Terus kebelakang dan mengingat, bukankah itu adalah sejarah yang seharusnya menjadi ilmu untuk kedepannya?”.


Comments

Popular posts from this blog

Tugas Makalah Sosiologi Komunikasi Massa - Khalayak dalam Komunikasi

  MAKALAH SOSIOLOGI KOMUNIKASI MASSA “Khalayak dalam Komunikasi Massa” Dosen Pengampu : Dr. Ismail Cawidu, M.Si.   Disusun Oleh Mahasiswa Jurnalistik   UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI JURNALISTIK 2021 PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Komunikasi massa dapat dijelaskan dari dua cara pandang, yakni bagaimana orang memproduksi pesan dan menyebarkannya melalui media di satu pihak, dan bagaimana orang-orang mencari serta menggunakan pesan-pesan tersebut di pihak lainnya. Secara sederhana, komunikasi massa dapat diartikan sebagai proses komunikasi melalui media massa. Faktor media massa sangat dominan dalam studi komunikasi massa. Pengkajian komunikasi massa banyak dipengaruhi oleh dinamika media massa dan penggunaannya oleh khalayak. Perkembangan media massa sendiri banyak dikaitkan dengan sejumlah faktor yang melingkupinya, misalnya jumlah melek huruf yang semakin besar, perkembangan pesat dal...

PUISI PATAH HATI

Malam ini begitu sunyi, Terkadang, bunyi khas kereta menyambar dengan kencang. Diriku hanya terbuai dengan dingin Di malam yang engkau lalui. Terkadang yang kau anggap ada begitu kau acuhkan Bahkan, ketika ku disampingmu Kau hanya terdiam dan memikirkan dia Aku terdiam, aku terdiam Berharap kau akan memikirkan diriku Yang lelah akan semua harapanmu Aku bukan tuhan yang menciptakanmu Yang selalu tahu tiap maksud ucapanmu Bahkan, di tiap malam kau melakukan sesuatu Pergi, tolong pergi ! itu keinginanmu bukan ?. Jujurlah, setidaknya kau paham mengapa aku diam. Diam tidak menuntut Akan segala hal menyangkut dirimu. Pergi, tolong pergi! Itu keinginanku.

Karya Sastra Buku 99 Tangan Tuhan di Aceh

   Gempa dan tsunami Aceh 2004, sebuah bencana yang menyadarkan setiap manusia. Banyak kisah menarik dibalik bencana tersebut. manusia,tumbuhan, dan hewan ikut merasakan, memberikan pelajaran hidup yang nyata. Tidak hanya Aceh yang merasakan namun, negara tetangga pun juga merasakan. Lantas dibalik bencana tersebut, terdapat kisah-kisah menarik dari orang-orang yang merasakan. Dan kisah-kisah tersebut dibukukan, 99 Tangan Tuhan di Aceh, buku ini wajib kalian baca. Judul buku: 99 Tangan Tuhan di Aceh (Misteri dan Keajaiban di Balik Tsunami) Penerbit: Yayasan Air Mata  Tahun: 2005 Editor: Sri Widodo, Ikhwan Nursyujoko    Buku ini diawali oleh kisah hidup Teuku Darusman yang terpelanting ke atap rumah warga pada saat tsunami menerjang Punge Ujung, Kota Banda Aceh. keluarganya membuat lingkaran dan saling berpegangan erat saat ombak hitam besar datang secara tiba-tiba dan berlangsung dalam hitungan detik.     Berpegangan erat dan terus...